KABAR KINABALU – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan akan menjaga seluruh kedaulatan Sabah dalam setiap langkah negosiasi terkait sengketa maritim Blok Ambalat — yang oleh Malaysia disebut sebagai Laut Sulawesi — dengan Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan resmi Anwar ke Sabah, menyusul pertemuan tahunan ke-13 Indonesia–Malaysia akhir Juli lalu.

Anwar menggarisbawahi bahwa pembahasan sengketa ini telah dilakukan secara resmi dan bukan digelar secara diam-diam atau rahasia. “Kami akan merundingkannya dengan baik, tanpa menyerah… Kami akan melindungi setiap jengkal Sabah,” tegasnya Ia juga menyampaikan bahwa diskusi Indonesia–Malaysia mengenai Ambalat mencerminkan semangat persahabatan kedua negara, di mana Presiden Prabowo Subianto disebutnya sebagai teman pribadi dan keluarga
Baca Juga : Malaysia Dongkrak Kunjungan Turis dari Indonesia, Khususnya ke Penang
Malaysia–RI Bahas Ambalat: Anwar Ibrahim Tegaskan Lindungi Setiap Jengkal Sabah
Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan bahwa penggunaan istilah “Ambalat” tidak sesuai dengan posisi Malaysia, yang menyebut kawasan tersebut sebagai blok ND-6 dan ND-7 di Laut Sulawesi. Malaysia tetap menekankan klaim kedaulatan atas kawasan tersebut berdasarkan hukum internasional dan keputusan ICJ 2002 terkait pulau-pulau di sekitarnya
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan bahwa meskipun pembahasan mengenai Ambalat sudah dimulai melalui konsultasi para pemimpin, proses teknis dan modenasinya masih panjang dan belum final . Sementara itu, anggota DPR RI dari Komisi I, Oleh Soleh, mendorong agar kedua pemerintah menjelaskan secara rinci perihal istilah serta batas yang digunakan agar meminimalisir potensi konflik dan kebingungan publik
PM Anwar Ibrahim: ‘Kami Lindungi Sabah — Risiko Bangsa di Perundingan Blok Ambalat
Pengamat keamanan dan geopolitik menilai bahwa kedua negara tampaknya memilih pendekatan “status quo”—menghindari eskalasi — sambil membuka peluang kerja sama. Khususnya skema pengembangan bersama terhadap sumber daya di Ambalat, sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan kepemimpinan sebelumnya
Sejarah sengketa Ambalat bermula dari peta maritim Malaysia tahun 1979 yang memasukkan Blok ND-6 dan ND-7 ke dalam batas kontinental Malaysia. Sementara Indonesia mempertahankan batas berdasarkan UNCLOS dan peta historis yang mengacu pada perjanjian Belanda–Britania. Sengketa telah menimbulkan ketegangan, termasuk insiden militer dan protes diplomatik sejak era 2000-an
Meski perundingan resmi telah dimulai, belum ada kesepakatan akhir yang diumumkan oleh kedua pihak. Anwar tegas memastikan bahwa Malaysia akan terus melindungi kedaulatan Sabah. Sekaligus menjaga hubungan baik dan dialog terbuka dengan Indonesia. Serta tetap berjalan di jalur hukum dan diplomasi—tanpa mengambil sikap agresif








