Kabar Kinabalu – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir bandang selama 14 hari ke depan. Sebelumnya, status tanggap darurat ditetapkan berakhir pada Senin (8/12), namun kini diperpanjang hingga 22 Desember mendatang. Keputusan ini diambil guna memastikan penanganan dampak bencana dapat berjalan lebih optimal, terutama pada sektor pencarian korban, pemulihan infrastruktur, dan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

Perpanjangan Status untuk Optimalkan Penanganan
Perpanjangan status tanggap darurat ini disampaikan setelah rapat evaluasi bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, serta sejumlah lembaga kemanusiaan. Menurut pihak pemerintah provinsi, proses evakuasi dan penanganan darurat masih membutuhkan waktu tambahan karena sejumlah wilayah terdampak masih sulit dijangkau.
Baca Juga : Pemprov Sumbar Perpanjang Tanggap Darurat Hingga 22 Desember
Beberapa daerah yang hingga kini masih mengalami hambatan akses antara lain kawasan perbukitan dan permukiman sepanjang aliran sungai yang rusak akibat banjir bandang. Selain itu, cuaca yang masih tidak menentu turut memengaruhi upaya percepatan penanganan di lapangan.
Fokus Upaya: Evakuasi, Logistik, dan Perbaikan Sementara
Sasaran utama dalam masa perpanjangan tanggap darurat ini meliputi tiga fokus besar, yaitu evakuasi korban, pemenuhan logistik, dan perbaikan sementara infrastruktur vital.
1. Evakuasi dan Pencarian Korban
Tim gabungan terus bekerja untuk mencari korban yang dilaporkan hilang. Kondisi medan yang berat menjadi tantangan tersendiri, sehingga personel tambahan dikerahkan untuk memperluas area pencarian.
2. Penguatan Bantuan Logistik
Pemerintah memastikan stok bantuan untuk para pengungsi tetap mencukupi. Hingga saat ini, ribuan jiwa masih berada di tempat pengungsian dan membutuhkan pasokan makanan, air bersih, selimut, dan layanan kesehatan.
3. Perbaikan Infrastruktur Sementara
Jembatan putus, akses jalan tertimbun material banjir, hingga rusaknya jaringan listrik menjadi prioritas penanganan segera. Pemerintah daerah bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan perbaikan darurat agar mobilitas warga dan distribusi bantuan dapat berjalan lancar.
Kerja Sama Lintas Sektor Diperkuat
Pemerintah provinsi menegaskan perlunya kerja sama lintas sektor dalam menangani bencana ini. Selain TNI/Polri, keterlibatan relawan dan organisasi kemanusiaan dinilai sangat membantu percepatan bantuan. Pemerintah pusat juga diminta menambah dukungan logistik dan alat berat untuk memaksimalkan proses pemulihan.
Harapan Pemulihan dan Kewaspadaan Cuaca
Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat hingga 22 Desember, pemerintah berharap seluruh penanganan darurat dapat selesai tepat waktu. Selain itu, warga diminta tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi di beberapa wilayah Sumbar.
Perpanjangan status ini diharapkan memberi ruang lebih luas bagi pemerintah dan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat pemulihan pascabencana.








