Kabar Kinabalu — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir. Instruksi ini disampaikan Gibran usai menerima laporan terbaru mengenai kondisi lapangan dari pemerintah daerah dan jajaran kementerian teknis.

Instruksi Presiden: Prioritaskan Perbaikan Jalur Logistik dan Akses Warga
Gibran menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberi penekanan khusus pada percepatan perbaikan jalur strategis, terutama akses yang menjadi urat nadi distribusi logistik, jalur evakuasi, serta pergerakan bantuan kemanusiaan. Menurutnya, kondisi beberapa ruas jalan nasional dan provinsi di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Riau membutuhkan penanganan darurat karena mengalami kerusakan berat.
“Pak Presiden meminta agar jalan-jalan yang terdampak banjir, baik jalan nasional maupun yang berada dalam kewenangan daerah, segera diperbaiki. Jangan menunggu lama. Yang penting akses warga dan distribusi logistik tidak boleh terputus,” ujar Gibran dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat siap memberikan dukungan penuh jika pemerintah daerah mengalami keterbatasan anggaran maupun alat berat dalam proses penanganan darurat.
Baca Juga : Komisi VII Sebut Penguatan Standardisasi Jadi Kunci Tata Kelola Industri Nasional
Kementerian PUPR dan BPBD Diminta Bergerak Cepat
Gibran mengungkapkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengirimkan tim teknis untuk memetakan kerusakan di sejumlah titik kritis. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan darurat, mulai dari pembersihan material lumpur hingga pemasangan jembatan bailey jika dibutuhkan.
Ia menegaskan bahwa Presiden tidak ingin proses pemulihan infrastruktur memakan waktu lama dan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah yang bergantung pada jalur darat sebagai akses utama.
“Penanganan darurat harus segera. Kalau ada jembatan yang putus, segera pasang jembatan sementara. Kalau ruas jalan amblas, kerjakan secara bertahap tapi cepat,” kata Gibran.
Dampak Banjir Masih Terasa di Sejumlah Daerah
Hingga kini, banjir yang menerjang beberapa kota dan kabupaten di Sumatera telah menyebabkan ratusan rumah terendam, akses jalan terganggu, dan sejumlah titik mengalami longsor ringan. Aktivitas ekonomi masyarakat juga dilaporkan melambat karena beberapa pasar dan pusat kegiatan usaha sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur.
Pemerintah daerah menyambut instruksi cepat dari pusat ini. Beberapa kepala daerah bahkan telah menyiapkan anggaran darurat untuk memastikan pengerjaan awal dapat dilakukan sambil menunggu dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Pemerintah Pastikan Pemulihan Berkelanjutan
Gibran menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan cepat, tetapi juga perbaikan jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang.
“Yang penting bukan hanya memperbaiki, tapi membangun lebih kuat agar tidak mudah rusak saat terjadi banjir atau cuaca ekstrem,” tutupnya.








