Kabar Kinabalu – Indonesia memiliki banyak destinasi pendakian yang indah, namun belum semuanya dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti shelter yang layak. Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Ronie Ibrahim, menyarankan agar Indonesia mencontoh sistem shelter pendakian di Gunung Kinabalu, Malaysia, sebagai model pengembangan infrastruktur gunung tropis di tanah air.

“Kalau untuk standar gunung tropis, mungkin yang terdekat bisa benchmarking ke Gunung Kinabalu,” ujar Ronie saat menghadiri acara Penganugerahan Lomba Desain Shelter di Kementerian Pariwisata, Kamis (31/7/2025) malam.
Shelter di Gunung Kinabalu dinilai sangat representatif karena sudah dilengkapi dengan fasilitas vital seperti toilet, tempat istirahat, pengisian air minum, tempat sampah, hingga peralatan medis di setiap pos pendakian. Fasilitas-fasilitas tersebut menjadi aspek penting dalam keselamatan dan kenyamanan pendaki.
Baca Juga : Daftar 14 Penerbangan Batik Air yang Pindah dari Halim ke Soetta
Shelter Pendakian Gunung di Indonesia Dinilai Minim Fasilitas, Gunung Kinabalu Bisa Jadi Contoh
Selain itu, setiap shelter di Gunung Kinabalu dibangun dalam jarak teratur, sekitar 0,5–1 kilometer, menyesuaikan dengan kemampuan rata-rata pendaki. Bahkan, beberapa shelter menyediakan ruang darurat bagi pendaki yang mengalami gangguan kesehatan atau kendala lainnya.
“Alam kita mirip dengan Kinabalu, karena sama-sama gunung tropis. Jadi itu contoh yang paling realistis dibandingkan harus meniru gunung empat musim seperti di Nepal atau Kilimanjaro,” tambah Ronie.
Fasilitas Lengkap Gunung Kinabalu Bisa Jadi Role Model Pendakian di Indonesia
Pengalaman pendakian KompasTravel ke Gunung Kinabalu pada 2016 memperkuat pernyataan tersebut. Setiap shelter dilengkapi tempat duduk, toilet bersih, tempat refill air minum dari sumber air gunung, hingga petugas yang siap memantau kondisi pendaki melalui pemandu wisata resmi.
Rahman Mukhlis, seorang pemandu wisata gunung, juga menekankan pentingnya keberadaan pos medis dan komunikasi di setiap shelter. “Kalau terjadi kondisi darurat, petugas di bawah bisa langsung koordinasi dan mengambil tindakan cepat,” jelasnya.
Gunung Kinabalu Jadi Contoh Shelter Pendakian Ideal, Indonesia Kapan Menyusul?
Ia juga menyoroti masalah kebersihan shelter pendakian di Indonesia yang masih jauh dari harapan. Menurut Rahman, kebersihan dan kenyamanan shelter bisa menjadi penentu utama bagi wisatawan mancanegara untuk memilih lokasi pendakian.
Dengan meningkatnya minat wisata alam dan pendakian pasca pandemi, sudah saatnya Indonesia mulai menstandarisasi pembangunan shelter gunung dengan mengacu pada praktik terbaik dari negara tetangga seperti Malaysia.
Jika diterapkan dengan serius, pengelolaan shelter pendakian yang lebih baik dapat meningkatkan keselamatan pendaki. Menjaga kelestarian lingkungan, dan mendorong pariwisata berkelanjutan di kawasan pegunungan Indonesia.








