Kabar Kinabalu – Kemenbud salurkan bantuan untuk masyarakat Sumatera Barat yang terdampak banjir dan longsor sekaligus mengecek kondisi cagar budaya yang ikut terancam akibat bencana tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen Kementerian Kebudayaan RI dalam membantu penyintas sekaligus menjaga warisan budaya tetap aman di tengah situasi darurat.

Tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumatera Barat bergerak langsung ke sejumlah kabupaten dan kota yang mengalami kerusakan parah. Mereka membawa bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan harian, perlengkapan darurat, hingga dukungan logistik untuk posko-posko yang masih beroperasi. Masyarakat menyambut tim dengan hangat karena bantuan ini meringankan beban mereka setelah kehilangan rumah, lahan, hingga akses transportasi.
Baca Juga ; Dukcapil Bantu Cetak Ulang Dokumen-Identifikasi Korban di Sumatera-Aceh
Selain menyalurkan bantuan, tim juga memantau kondisi berbagai situs budaya yang berisiko rusak akibat banjir bandang dan longsor. Beberapa situs berada di lokasi dengan struktur tanah yang labil sehingga tim menilai perlunya tindakan cepat untuk mencegah kerusakan lebih besar. Mereka mencatat setiap temuan, mendokumentasikan perubahan kondisi bangunan bersejarah, serta menyusun rekomendasi penanganan untuk dilaporkan kepada pemerintah pusat.
Kementerian Kebudayaan menilai bahwa perlindungan terhadap cagar budaya harus berjalan bersamaan dengan penanganan kemanusiaan. Warisan sejarah tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga mempunyai nilai ekonomi dan pendidikan. Karena itu, tim mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan relawan agar semua pihak bisa menjaga keberlanjutan situs bersejarah di tengah ancaman bencana.
Melalui kegiatan ini, Kemenbud salurkan bantuan dengan pendekatan yang menyeluruh: membantu warga, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, serta melindungi aset budaya yang menjadi kebanggaan Sumatera Barat. Upaya terpadu ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus memastikan warisan budaya tetap terjaga untuk generasi mendatang.








