Kabarv Kinabalu – Parlemen Malaysia menyetujui Gig Workers Bill 2025, sebuah tonggak penting yang mengakui dan melindungi hak pekerja gig—termasuk driver ojek online—dengan membentuk kerangka hukum baru yang lebih adil.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3063346/original/021672500_1582879434-20200228-Pengemudi-Ojek-Online-Demo-di-DPR-tallo-4.jpg)
1. Pengakuan Hukum dan Kejelasan Status
Baca Juga : Asosiasi Driver Ojol Ogah Masuk Kategori UMKM, Pilih Jadi Pekerja Tetap
-
Profesi ojol kini secara resmi diakui sebagai tenaga gig—bukan pegawai resmi maupun pekerja kontrak biasa.
-
Keterlibatan dilakukan melalui perjanjian layanan tertulis yang menetapkan durasi, pembayaran, manfaat, dan terminasi
2. Jaminan Perlindungan Sosial melalui SOCSO
-
Ojol wajib dilindungi oleh SOCSO (Self-Employment Social Security) lewat potongan 1,25% per perjalanan atau pengiriman .
-
Manfaat yang diberikan mencakup jaminan kecelakaan kerja hingga cedera permanen.
3. Larangan Praktik Tidak Adil
-
Perjanjian platform harus menjelaskan tarif, metode pembayaran, dan mekanisme pemotongan.
-
Dilarang:
-
Perubahan tarif sepihak
-
Deaktivasi akun tanpa penyebab yang sah
-
Pembatasan kerja di platform lain
-
-
Jika tidak muncul ketentuan dalam kontrak, pembayaran harus dilakukan paling lambat 7 hari setelah layanan selesai.
4. Mekanisme Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa
-
Ojol memiliki mekanisme internal pengaduan dengan jangka waktu penyelesaian maksimal 30 hari. .
-
Jika gagal, sengketa akan dibawa ke Gig Workers Tribunal, yang dapat memerintahkan kompensasi, reinstatement, atau pembayaran upah tertunda.
-
Bila akun dinonaktifkan tanpa dasar, ojol bisa diberi compensation sebesar 50% dari rata-rata penghasilan harian .
5. Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OSH)
-
Platform wajib melakukan assess risiko, menyediakan pelatihan serta peralatan keselamatan, dan melaporkan kecelakaan kerja
6. Hak Berorganisasi dan Wadah Negosiasi
-
Ojol bisa membentuk atau bergabung dalam asosiasi pekerja gigi.
-
Dibentuk Tripartite Consultative Council sebagai forum tripartit (Pemerintah, pekerja, platform) untuk:
-
Negosiasi tarif
-
Komisi
-
Pengaturan algoritma platform.
-
7. Prioritas Pembayaran dan Kewajiban Hukum
-
Jika terjadi penyitaan atau perintah pengadilan atas aset platform, penghasilan ojol akan menjadi prioritas pembayaran hingga empat bulan terakhir.
-
Pelanggaran terhadap undang-undang ini dapat dikenai hukuman penjara hingga 2 tahun dan/atau denda RM50.00.
Kesimpulan
Pengesahan Gig Workers Bill 2025 membawa angin segar bagi populasi ojol di Malaysia. Melalui pengakuan hukum, proteksi sosial, mekanisme pengaduan, perlindungan keselamatan, dan forum negosiasi, undang-undang ini mendorong terciptanya ekosistem gig economy yang lebih adil dan manusiawi.








