Kabar Kinabalu – Pemerintah Indonesia kembali memberangkatkan 1.035 Pekerja Migran Terampil ke sejumlah negara tujuan utama, yakni Hongkong, Jepang, dan Taiwan. Program penempatan ini bertujuan memperluas kesempatan kerja luar negeri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global. Pemerintah memastikan seluruh peserta telah memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kesiapan kerja sesuai kebutuhan negara tujuan.

Kementerian Ketenagakerjaan bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) secara aktif menyeleksi para pekerja sebelum keberangkatan. Proses seleksi meliputi uji kompetensi, pelatihan bahasa, pemahaman budaya kerja, serta pembekalan hak dan kewajiban. Langkah ini memperkuat posisi Pekerja Migran Terampil agar mampu bekerja secara profesional dan aman di luar negeri.
Baca Juga: Mukhtarudin Lepas 1.035 Pekerja Migran Terampil-Kick Off Program Cepat Prabowo
Pemerintah juga memastikan seluruh pekerja berangkat melalui jalur resmi. Skema ini memberikan perlindungan hukum, jaminan kontrak kerja, serta akses pendampingan jika muncul masalah di negara penempatan. Dengan sistem ini, pekerja dapat bekerja dengan rasa aman dan memperoleh hak sesuai perjanjian.
Program pengiriman ini tidak hanya membantu mengurangi pengangguran dalam negeri, tetapi juga meningkatkan devisa negara. Remitansi dari Pekerja Migran Terampil berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Selain itu, pengalaman kerja di luar negeri mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah pekerja terampil yang berangkat ke luar negeri. Fokus utama tetap pada peningkatan kompetensi, perlindungan menyeluruh, dan penempatan yang bermartabat agar pekerja Indonesia semakin diakui di tingkat internasional.








