Kabar Kinabalu – Tragedi menyayat hati kembali mengguncang institusi militer Indonesia. Seorang prajurit muda, Prada Lucky Maulid, dilaporkan tewas akibat penganiayaan oleh seniornya saat menjalani masa pendidikan. Peristiwa memilukan ini terjadi di salah satu satuan militer yang berlokasi di kawasan Kinabalu, dan kini menjadi sorotan publik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308874/original/078874900_1754558405-1000839455.jpg)
Ibunda Prada Lucky, yang berasal dari Sulawesi Selatan, mengungkapkan kisah menggetarkan hati. Ia bercerita bahwa sebelum kabar duka itu datang, dirinya sempat bermimpi sang anak pulang ke rumah dengan wajah penuh kesedihan.
Baca Juga : TNI Periksa Prajurit Diduga Aniaya Prada Lucky, Tegaskan Dijerat Hukum Militer
“Dalam mimpi itu, Lucky datang ke rumah. Dia duduk diam, wajahnya muram, seperti menahan rasa sakit yang besar,” ujar sang ibu dengan suara terbata-bata saat diwawancarai oleh media lokal.
Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior, Sang Ibu Mimpi Anaknya Pulang dengan Wajah Sedih
Tak lama setelah mimpi tersebut, keluarga mendapat kabar bahwa Prada Lucky telah meninggal dunia akibat tindakan kekerasan oleh seniornya. Kabar ini langsung membuat keluarga terpukul, apalagi sang ibu merasa mimpi itu adalah firasat terakhir sebelum kehilangan anak tercintanya.
Pihak TNI langsung mengambil tindakan cepat. Beberapa oknum yang terlibat dalam penganiayaan telah ditahan dan menjalani pemeriksaan oleh Pusat Polisi Militer. Panglima TNI pun berjanji bahwa tidak akan ada toleransi terhadap kekerasan dalam institusi militer, dan pelaku akan dihukum tegas sesuai hukum yang berlaku.
Meninggal Dianiaya Senior, Prada Lucky Dimimpikan Pulang oleh Ibunya dalam Keadaan Muram
Kasus ini memicu keprihatinan luas dari masyarakat. Banyak yang menyoroti budaya kekerasan di lingkungan pendidikan militer yang dinilai sudah seharusnya dihentikan. Tagar #JusticeForLucky pun mulai ramai di media sosial, menunjukkan solidaritas dan desakan agar keadilan ditegakkan.
Tagar #JusticeForLucky Ramai di Media Sosial, Masyarakat Tuntut Keadilan
Jenazah telah dipulangkan ke kampung halamannya dan dimakamkan secara militer. Ratusan warga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Tangis haru keluarga dan rekan-rekannya pecah saat prosesi pemakaman berlangsung.
Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi institusi militer dan masyarakat luas akan pentingnya membangun budaya pendidikan yang sehat dan humanis, terutama dalam lingkungan yang mengutamakan disiplin dan loyalitas seperti militer.
Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir, dan Prada Lucky mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.








